Ulkus dekubitus memiliki beberapa istilah lain: ulkus tekan, bedsores, pressure sores. Ulkus dekubitus merupakan suatu cedera terlokalisasi pada kulit atau jaringan yang ada di bawahnya; biasanya di daerah yang memiliki tonjolan tulang, sebagai dampak dari tekanan yang berlebihan. Luka yang terjadi dapat bervariasi dari hanya berupa kemerahan pada kulit, sampai yang paling berat yaitu hilangnya jaringan sehingga tulang dan otot terlihat dari luar.

Penyebab dan Faktor Predisposisi
Ulkus dekubitus disebabkan oleh tekanan yang tidak teratasi, baik itu berupa tekanan besar dalam waktu tidak terlalu lama ataupun tekanan kecil-sedang dalam waktu lebih lama. Tekanan ini mengganggu aliran darah sehingga menurunkan suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan. Lokasi paling umum yang sering terkena ulkus ini adalah pada bagian pinggang, tumit, pangkal paha, mata kaki bagian luar, dan tulang duduk di bokong.

Ulkus ini biasanya mengancam individu yang mengalami imobilisasi. Umumnya terjadi pada orang lanjut usia (di atas 65 tahun) dan orang muda yang mengalami gangguan neurologis.
Bagaimana mencegahnya?
Identifikasi faktor risiko dan mengamati perubahan kulit secara periodik adalah dua langkah terpenting yang harus dilakukan. Sejumlah faktor risiko terkait dengan ulkus dekubitus: imobilitas, gagal ginjal, penyakit paru-paru, keganasan, ketidakmampuan menahan buang air, dan permukaan berbaring atau duduk yang keras. Jika diperlukan, beberapa intervensi pencegahan dapat diambil. Pasien yang mengalami imobilisasi harus dibantu untuk berubah posisi, meskipun belum ada bukti klinis mengenai pengaturan jadwal reposisi. Untuk meminimalisasi tekanan, bagian atas tempat tidur hendaknya jangan membentuk sudut lebih dari 30 derajat. Alat-alat yang dapat membantu penurunan tekanan, seperti kasur khusus, juga dapat digunakan.
Penilaian
Ulkus dekubitus yang sudah terbentuk harus dinilai secara medis selengkap mungkin. Dokter wajib mengetahui baik hal-hal yang berhubungan langsung dengan karakteristik ulkus (kapan mulai terbentuknya dan sudah berapa lama, faktor risiko, dan faktor fisik dari luka), maupun hal-hal yang berhubungan tidak langsung dengan ulkus (penyakit lain yang diderita pasien, obat-obat yang diminum, kesehatan psikis, status sosial, dan lain-lain). Penentuan aspek fisik luka penting untuk mengklasifikasikan luka dan menanganinya dengan tepat.
Tata Laksana
Prinsip tata laksana ulkus dekubitus yang utama adalah membersihkan luka dan menciptakan lingkungan yang dapat membantu penyembuhan luka. Ulkus dapat ditangani dengan bantuan plester luka, antibiotik topikal, maupun antibiotik sistemik. Jika ulkus bersih tanpa selulitis, pembersihan luka dan pemasangan plester sudah cukup. Apabila ulkus bersih namun ada selulitis, antibiotik sudah dibutuhkan. Jika sudah ada jaringan mati (nekrosis) pada luka, lakukan debridemen atau pengangkatan jaringan mati tersebut, baru kemudian dilakukan pembersihan luka dan pemasangan plester.
Referensi
Bluestein D, Javaheri A. Pressure Ulcers: Prevention, Evaluation, and Management. Am Fam Physician 2008; 78 (10): 1186-1196.
Garcia AD, Thomas DR. Assessment and Management of Chronic Pressure Ulcers in the Elderly. Med Clin N Am 2006; 90: 925-944.
[hn/mad/pi/010/id/q3-11]












